• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Rasisme di Bali United? Yabes Roni Laporkan ke APPI!

img

Bismillahsah.web.id Halo bagaimana kabar kalian semua? Di Sini saya ingin berbagi tentang Trends yang bermanfaat. Ringkasan Artikel Mengenai Trends Rasisme di Bali United Yabes Roni Laporkan ke APPI Jangan diskip ikuti terus sampai akhir pembahasan.

Pemain sayap Bali United, Yabes Roni Malaifani, menjadi korban ujaran rasisme di media sosial setelah pertandingan tunda pekan ke-12 BRI Liga 1 2024/2025 melawan Persib Bandung pada Selasa, 7 Januari 2025. Insiden kartu merah yang diterimanya karena melanggar Beckham Putra Nugraha tampaknya memicu gelombang komentar dan pesan langsung (DM) bernada rasis di akun Instagram resmi Bali United dan akun pribadinya.

Dalam wawancara pada Jumat, 10 November 2025, Yabes mengungkapkan bahwa ia telah menerima banyak komentar dan DM yang mengandung ujaran kebencian. Ia bahkan sempat mengunggah instastory untuk menyoroti perlakuan rasis yang diterimanya. Sebagai respons atas tindakan tidak terpuji ini, Yabes mengambil langkah tegas dengan melaporkan kasus tersebut kepada Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Sejauh ini, sudah berkoordinasi dengan pihak APPI terkait rasisme yang didapatkan Yabes Roni, ungkap perwakilan APPI. Langkah ini menunjukkan komitmen APPI dalam melindungi para pemain dari tindakan diskriminasi dan ujaran kebencian di dunia sepak bola Indonesia.

Kejadian ini menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sepak bola yang inklusif dan bebas dari rasisme. Peristiwa yang menimpa Yabes Roni seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak, baik suporter maupun pengelola media sosial, untuk bertanggung jawab atas ucapan dan tindakan mereka. Semoga kasus ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan penegakan aturan terkait ujaran kebencian di dunia sepak bola Indonesia.

Insiden ini terjadi setelah laga Bali United melawan Borneo FC pada Sabtu, 25 Mei 2024, di mana Yabes Roni terlihat berjuang keras melewati pertahanan lawan. Namun, fokus utama tetaplah pada insiden rasisme yang dialaminya setelah pertandingan melawan Persib Bandung. Semoga kasus ini dapat segera diselesaikan dan memberikan keadilan bagi Yabes Roni.

Kasus rasisme terhadap Yabes Roni ini menjadi sorotan dan menunjukkan betapa pentingnya peran APPI dalam melindungi para pemain dari tindakan-tindakan yang tidak sportif dan merugikan. Semoga ke depannya, kasus serupa dapat dicegah dan ditangani dengan lebih efektif.

Sekian penjelasan detail tentang rasisme di bali united yabes roni laporkan ke appi yang saya tuangkan dalam trends Selamat menggali informasi lebih lanjut tentang tema ini kembangkan hobi positif dan rawat kesehatan mental. Jika kamu suka Sampai jumpa lagi

Special Ads
© Copyright 2024 - Bismillah Sah
Added Successfully

Type above and press Enter to search.